Indah Kiki Lestari
20207557/3EB13
Jurnal akuntansi biaya
ANALISIS PENILAIAN PERSEDIAAN TERHADAP HARGA POKOK PRODUKSI PADA C.V DAMAR BAYU
ABSTRAKS
Dalam perusahaan yang bertujuan untuk mencari laba atau keuntungan, persediaan merupakan salah satu hal pokok yang harus diperhatikan dan merupakan salah satu factor penunjang yang sangat penting. Untuk menentukan nilai persediaan akhir terrdapat 4 metode yaitu (1) Specific Identification Method; (2) Avarage Method; (3) FIFO Method; (4) LIFO Method. Kesimpulan yang diperoleh atas penelitian yang telah dilakukan oleh penulis adalah Metode yang digunakan perusahaan dalam penilaian persediaan adalah metode FIFO dan metode pencatatan yang dilakukan perusahaan adalah metode perpetual. Penulis menilai bahwa perusahaan sudah tepat dalam pemilihan metode fifo karena metode ini merupakan metode yang sesuai sebab harga pokok persediaan akan dibebankan sesuai urutan terjadinya transaksi dengan menggunakan metode fifo maka laba yang dihasilkan akan lebih besar dan nilai persediaan dinilai menurut harga pokok sekarang sehingga disaat harga barang cenderung naik turun, nilai persediaan akhir akan tetap konsisten seperti awal dan tidak ada kemungkinan terjadinya manipulasi. Selain itu juga memperkecil biaya pemeliharaan gudang, produk tidak cepat rusak dan barang yang lebih dahulu masuk lebih dahulu keluar. selain itu penilaian persediaan barang dagangan mempunyai peranan penting dalam menentukan harga pokok perusahaan yang mempunyai pengaruh terhadap laba yang akan diterima oleh perusahaan.
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dalam dunia usaha terdapat banyak perusahaan manufaktur atau jasa yang menghasilkan atau memproduksi barang atau jasa yang sama atau sejenis dengan perusahaan lain. Adanya persamaan jenis produk yang dihasilkan menimbulkan persaingan yang tajam diantara perusahaan manufaktur tersebut. Mereka bersaing untuk memperoleh konsumen atau pelanggan sebanyak – banyaknya dan mendapatkan pasar seluas – luasnya. Banyaknya persaingan antara perusahaan memacu tiap – tiap perusahaan untuk melaksanakan kegiatan seefektif dan seefisien mungkin baik dalam bidang manajemen maupun produksinya.
Persediaan sangat penting artinya bagi perusahaan dagang karena biasanya akan memiliki porsi yang lebih besar daripada aktiva lancar yang lain. Pengelolaan persediaan sangat penting dalam upaya menjaga kestabilan jumlah persediaan. Persediaan dijaga agar tidak terlalu rendah dan tidak terlalu tinggi kuantitasnya. Persediaan yang terlalu rendah akan berbahaya dalam kaitannya dengan pesanan konsumen yang tidak dapat dipenuhi oleh perusahaan. Persediaan yang terlalu tinggi juga tidak baik karena menyebabkan penimbunan dan biaya penyimpanan menjadi tinggi dan menunjukkan perputaran ( Turn Over ) persediaan yang rendah. Salah satu usaha perusahaan bidang produksi adalah penggunaan bahan baku yang efektif. Salah satunya adalah pengelolaan bahan baku untuk persediaan.
Setiap perusahaan, baik perusahaan jasa maupun manufaktur, selalu memerlukan persediaan bahan baku. Tanpa adanya persediaan bahan baku, para pengusaha akan dihadapkan pada resiko perusahaannya pada sewaktu – waktu tidak dapat memenuhi keinginan para langganannya.
Hal ini bisa saja terjadi karena tidak selamanya barang – barang atau jasa – jasa tersedia pada setiap saat, yang berarti pula bahwa pengusaha akan kehilangan kesempatan memperoleh keuntungan yang seharusnya didapat. Jadi persediaan bahan baku sangat penting bagi setiap perusahaan baik yang menghasilkan barang ataupun jasa.
Persediaan bahan baku diadakan apabila keuntungan yang diharapkan dari persediaan tersebut terjamin kelancarannya. Dengan demikian perlu diusahakan keuntungan yang diperoleh lebih besar dari biaya – biaya yang dibutuhkan.
Persediaan adalah sebagai suatu aktiva yang meliputi barang – barang milik perusahaan dengan maksud untuk dijual dalam suatu periode usaha tertentu, atau persediaan barang – barang yang masih dalam pengerjaan atau proses produksi, ataupun persediaan bahan baku yang menunggu penggunaanya dalam suatu proses produksi. Jadi persediaan merupakan sejumlah bahan – bahan, bagian – bagian yang disediakan dan bahan – bahan dalam proses yang terdapat dalam perusahaan untuk proses produksi, serta barang – barang jadi atau produk yang disediakan untuk memenuhi permintaaan dari konsumen atau langganan setiap waktu.
Persediaan itu sendiri dapat diklasifikasikan sesuai dengan jenis usaha perusahaan. Dalam perusahaan dagang persediaan barang merupakan aktiva dalam bentuk siap dijual kembali pada pelanggan. Sedangkan dalam perusahaan pabrikasi, persediaan dapat diklasifikasikan sebagai persediaan bahan baku dan penolong, persediaan produk dalam proses, persediaan produk selesai atau dapat juga sebagai persediaan supplies pabrikan, misalkan ahli mesin, bahan pembersih, dan lain – lain. Sedangkan metode pencatatan persediaan yang dapat dipakai perusahaan adalah prosedur pencatatan persediaan fisik atau dengan pencatatan cara buku ( Perpetual ).
Berdasarkan uraian diatas maka penulis dengan ini akan mengambil judul dari hasil penulisan ilmiah ini adalah “ ANALISIS PENILAIAN PERSEDIAAN TERHADAP HARGA POKOK PRODUKSI PADA C.V DAMAR BAYU. “
1.2 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dalam penulisan penelitian ilmiah ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui metode apakah yang digunakan perusahaan dalam melakukan penatatan persedian untuk menentukan harga pokok produksi.
2. untuk mengetahui metode apa saja yang dapat digunakan dalam penelitian persediaan untuk menentukan harga pokok produksi.
3. Mengetahui apakah metode yang digunakan sudah tepat.
BAB II LANDASAN TEORI
2.1 Pengertian Persediaan
Persediaan merupakan barang yang diperoleh untuk dijual kembali atau bahan untk diolah menjadi barang jadi atau barang jadi yang akan dijual atau barang yang akan digunakan. Ada beberapa pendapat para ahli yang mendefinisikan pengertian persediaan ini, namun pada prinsipnya pendapat-pendapat yang ada tidak saling bertentangan antara satu dengan yang lainya. Berikut ini beberapa definisi dari persediaan yang dikemukakan oleh para ahli yaitu, Menurut Standar Akuntansi (2002:14.2) memberikan pengertian persediaan sebagai berikut :
Persediaan adalah aktiva yang tersedia untuk dijual dalam kegiatan usaha normal, dalam proses produksi dan atau dalam perjalanan atau dalam bentuk bahan artau perlengkapan (supplies) untuk digunakan dalam proses produksi atau pemberian jasa.
Menurut Prof. Dr. Zaki Baridwan, M.Sc,. Ak (2004:149) mengemukakan :
“Secara umum istilah persediaan barang dipakai untuk menunjukkan barang-barang yang dimiliki untuk dijual kembali dan digunakan untuk memproduksi barang-barang yang akan dijual”.
Dari pengertian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa persediaan merupakan barang yang dimiliki oleh perusahaan dengan maksud untuk dijual kembali baik secara langsung maupun secara proses produksi.
2.2 Sistem Pencatatan Persediaan
Sistem pencatatan persediaan yang lazim digunakan ada dua macam yaitu: (1). Sistem fisik (physical inventory system) ; (2). Sistem Perpetual (perpetual inventory system).
2.2.1 Sistem Fisik
Sistem persediaan fisik atau periodik adalah sistem dimana harga pokok penjualan dihitung secara periodik dengan mengandalkan semata-mata pada perhitungan fisik tanpa menyelenggarakan catatan hari ke hari atas unit yang terjual atau yang ada ditangan. Sistem fisik digunakan untuk menentukan jumlah kuantitas persediaan barang dan dilakukan pada akhir periode akuntansi.
Cara perhitungan harga pokok penjualan dilakukan seperti berikut ini :
Pesediaan Awal xxx
Pembelian xxx +
Barang tersedia untuk dijual xxx
Persediaan Akhir xxx –
Harga Pokok Penjualan xxx
===
Gambar. 2.1 Perhitungan Harga pokok Penjualan
Ciri-ciri sistem fisik atau periodik adalah sebagai berikut :
• Pemasukan dan pengeluaran persediaan tidak dicatat dan tidak diperhitungkan dalam suatu catatan tertentu.
• Pembelian barang dicatat dengan mendebit rekening pembelian bukan persediaan barang.
• Perhitungan persediaan akhir sekaligus digunakan untuk perhitungan harga pokok penjualan dengan menggunakan jurnal penyesuaian.
Sistem ini cukup sederhana dan mudah diterapkan, tetapi kurang baik untuk pengawasan persediaan, karena kekurangan persediaan yang hilang tidak dapat dideteksi dan manajemen tidak memiliki alat untuk mengetahui jumlah persediaan setiap saat.
2.2.2. Sistem Perpetual
Sistem persediaan perpetual adalah suatu sistem yang menyelenggarakan pencatatan terus-menerus yang menelusuri persediaan dan harga pokok penjualan atas dasar harian. Perkiraan persediaan didukung dalam kartu-kartu pembantu persediaan (kartu persediaan). Kartu persediaan digunakan untuk mencatat transaksi setiap jenis persediaan, memuat nama barang, tempat penyimpanan barang, kode barang dan kolom-kolom yang dipakai untuk mencatat transaksi adalah tanggal, pembelian (pemasukan), penjualan (pengeluaran) dan sisa atau saldo persediaan. Berikut contoh kartu persediaan :
Nama perusahaan :
Jenis barang : Kode barang :
Gudang :
Tgl. Pembelian Penjualn Saldo
Unit Harga Jumlah Unit Harga Jumlah Unit Harga Jumlah
Ciri-ciri pengelolaan persediaan dengan sistem perpetual adalah sebagai berikut :
• Setiap terjadi pembelian barang dicatat dengan mendebit rekening persediaan barang.
• Setiap terjadi pengeluaran barang (penjualan) dicatat mengkredit persediaan sejumlah harga pokok penjualan.
• Setiap saat dapat diketahui jumlah kuantitas sisa atau saldo persediaan.
Sistem perpetual memudahkan dalam penyusunan neraca dan laporan perhitungan laba rugi karena penentuan persediaan akhir tidak perlu lagi menghitung fisiknya tetapi perhitungan fisiknya tetap dilakukan untuk tujuan pengawasan terhadap persediaan barang.
2.3 Metode Penilaian Persediaan
Metode yang dapat dipakai untuk menentukan besarnya nilai persediaan ada beberapa macam. Nilai persediaan mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap penyusunan laporan keuangan baik dalam neraca maupun laporan perhitungan laba rugi. Nilai persedian yang tercantum dalam neraca menunjukkan nilai kekayaan yang berdasarkan prinsip hati-hati menghendaki nilai mana yang terendah. Sedangkan nilai persediaan untuk kepentingan perhitungan laba rugi dihadapkan kepada kepentingan penentuan laba yang diperoleh perusahaan.
Beberapa metode penilaian persediaan yang ada dapat diuraikan sebagai berikut :
A. Metode Identifikasi Khusus
Metode harga pokok yang didasarkan atas metode identifikasi khusus adalah suatu metode penilaian harga yang didasarkan atas nilai perolehan dari barang yang sesungguhnya. Penggunaan metode ini biasanya dipakai untuk barang yang tidak banyak unitnya (kuantitasnya) dan harganya pun cukup mahal.
Metode ini digunakan pada kondisi yang sangat khusus dimana :
1. Setiap produk dapat diidentifikasikan secara jelas dan akurat. Produk dengan nomor seri, seperti computer atau mobil, berpotensi menggunakan metode ini.
2. Harga produk mahal. Jam tangan rolex bisa masuk kategori ini. Alat berat juga bisa menggunakan metode ini.
B. Metode Rata-rata (Average Method)
Metode harga pokok rata-rata adalah suatu metode penilaian persediaan yang didasari atas harga rata-rata dalam periode yang bersangkutan. Besar kecilnya nilai persediaan yang masih ada dan harga pokok barang yang dijual, dipengaruhi oleh metode yang dipakai dalam metode rata-rata adalah : (1) sistem fisik yang dibagi menjadi metode rata-rata sederhana dan metode rata-rata tertimbang ; (2) sistem perpetual (metode rata-rata bergerak). Rumus yang digunakan pada metode rata-rata adalah sebagai berikut :
- Metode rata-rata sederhana :
Biaya perunit = Total harga perunit pembelian
Frekuensi pembelian
Nilai persediaan akhir = Persediaan akhir x biaya perunit
Harga pokok penjualan = unit yang dikeluarkan x biaya perunit
- Metode rata-rata tertimbang :
Biaya perunit = Jumlah harga perunit x banyaknya unit
Banyaknya Unit
Nilai persediaan akhir = persediaan akhir x biaya perunit
Harga pokok penjualan = unit yang dikeluarkan x biaya perunit
- Metode rata-rata bergerak :
Metode ini diselenggarakan dengan kartu persediaan dan harga pokok perunit persediaan selalu berubah setiap terjadi pembelian barang baru.
Harga pokok rata-rata = harga perolehan lama + harga perolehan baru
Unit barang lama + unit barang baru
C. Metode Masuk Pertama Keluar Pertama (First In First Out)
Metode First In First Out (FIFO) adalah metode penilaian persediaan yang menganggap barang yang pertama kali masuk diasumsikan keluar pertama kali pula. Pada umumnya perusahaan menggunakan metode ini, sebab metode ini perhitungannya sangat sederhana baik sistem fisik maupun sistem perpetual akan menghasilkan penilaian persediaan yang sama.
Cara menghitung persediaan akhir adalah sebagai berikut :
Persediaan awal xxx
Pembelian xxx +
Tersedia untuk dijual xxx
Penjualan xxx –
Persediaan akhir xxx
Gambar. 2.2 perhitungan persediaan akhir
Metode FIFO yang didasarkan atas sistem fisik, nilai persediaan akhir ditentukan dengan cara saldo fisik yang ada dikalikan harga pokok perunit barang yang terakhir kali masuk, bila saldo fisik ternyata lebih besar dari jumlah unit terakhir masuk maka sisanya diambilkan dari harga pokok perunit yang masuk sebelumnya. Sedangkan pada sistem perpetual pencatatan persediaan dilakukan secara terus menerus dalam kartu persediaan. Pada sistem ini apabila ada transaksi penjualan maka akan dijurnal dua kali, pertama mencatat harga pokok penjualan dan yang kedua mencatat harga pokok barang yang dijual, seperti berikut ini :
Kas/ Piutang Dagang xxx
Penjualan xxx
HPP xxx
Persediaan barang xxx
D Metode Masuk Terakhir Keluar Pertama (Last In First Out)
Metode Last In First Out (LIFO) adalah metode penilaian persediaan yang terakhir masuk diasumsikan akan keluar atau dijual pertama kali. Metode ini memiliki konsep yang cukup sederhana namun sulit dilaksanakan. Pengaruh penggunaan metode LIFO terhadap penentuan laba bersih usaha, jika harga cenderung naik maka laba perusahaan terlalu kecil atau sebaliknya.
Metode LIFO secara sistem fisik ditentukan dengan cara saldo fisik yang ada dikalikan harga pokok perunit barang yang masuk pada awal periode bila saldo fisik ternyata lebih besar dari barang yang masuk pada awal periode maka diambilkan dari harga pokok perunit yang masuk berikutnya. Sedangkan dengan sistem perpetual, setiap kali ada transaksi baik pembelian maupun penjualan dicatat dalam kartu persediaan.
BAB III
3.5 Metode Penelitian
Dalam menyusun karya ilmiah ini,metode penelitian yang dipakai antara lain :
3.5.1 Objek Penelitian
Dalam penelitian ini penulis melakukan objek penelitiannya pada C.V Damar Bayu yang beralamat di Jl. Kabelmas Citra No.13 Bekasi, kode pos 17125 dan bergerak dalam bidang supplier dump truck equipment.
3.5.2 Data Dan Variabel
Dalam penelitian “Analisis Penilaian Persediaan Terhadap Harga Pokok Produksi Pada C.V Damar Bayu” menggunakan beberapa data guna memaksimalkan hasil penulisan, yaitu merupakan data primer yang berasal dari hasil wawancara pemilik perusahaan dan hasil pembukuan yang dilakukan oleh perusahaan.
3.5.3 Metode Pengumpulan Data
Untuk memperoleh data yang akan digunakan dalam penulisan ilmiah ini, penulis melakukan penelitian dengan menggunakan 2 (dua) metode penelitian, yaitu :
1. Dengan Studi Pustaka ( Library Study )
Dalam hal ini, penulis melakukan studi pustaka dengan mengumpulkan bahan atau data yang dianggap perlu dan mempunyai kaitan dengan judul yang diambil. Dari data tersebut kemudian dijadikan sebagai alat Bantu dalam penyelesaian penelitian ini, yaitu :
a. Buku-buku yang bersangkutan dengan judul
b. Kumpulan materi perkuliahan
2. Dengan Studi Lapangan ( Field Study )
Metode ini ditempuh dengan melakukan kunjungan lapangan ke perusahaan yang bersangkutan untuk mendapatkan kelengkapan data yang sesuai dengan materi judul penelitian, yaitu :
a. Mengadakan wawancara kepada pihak perusahaan dimana berkaitan langsung dengan data yang berhubungan dengan penelitian ilmiah yang dilakukan oleh penulis.
b. Melakukan observasi, yaitu melakukan pengamatan atau peninjauan langsung mengenai kegiatan yang berhubungan dengan objek penelitian.
1.5.4 Alat Analisis Yang Digunakan
Dalam rangka memperoleh hasil seperti yang diinginkan dalam penulisan ini, maka penulis menggunakan analisis data kuantitatif. Analisis data kuantitatif yaitu analisis yang menggunakan data hasil produksi serta menggunakan perhitungan dalam bentuk angka-angka dengan menggunakan rumus-rumus akuntansi yang berhubungan dengan penilaian persediaan terhadap harga pokok produksi.
BAB IV KESIMPULAN
Metode yang digunakan perusahaan dalam penilaian persediaan adalah metode FIFO dan metode pencatatan yang dilakukan perusahaan adalah metode perpetual. Penulis menilai bahwa perusahaan sudah tepat dalam pemilihan metode fifo karena metode ini merupakan metode yang sesuai sebab harga pokok persediaan akan dibebankan sesuai urutan terjadinya transaksi dengan menggunakan metode fifo maka laba yang dihasilkan akan lebih besar dan nilai persediaan dinilai menurut harga pokok sekarang sehingga disaat harga barang cenderung naik turun, nilai persediaan akhir akan tetap konsisten seperti awal dan tidak ada kemungkinan terjadinya manipulasi. Selain itu juga memperkecil biaya pemeliharaan gudang, produk tidak cepat rusak dan barang yang lebih dahulu masuk lebih dahulu keluar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar