NAMA : INDAH KIKI LESTARI
NPM : 20207557
KELAS : 4 EB 13
TEMA : PELAPORAN MATA UANG ASING
JUDUL : NAIKNYA MATA UANG CINA BELUM TENTU SEIMBANGKAN NERACA PERDAGANGAN
DENGAN AS
Sumber : http://www.youtube.com/watch?v=s0EanAdw9PE&feature=BF&list=PL404015F893329965&index=46
TUGAS 2 SOFTSKILL
Keputusan pemerintah untuk meningkatkan nialai yuan lebih flexibel ternyata belum tentu mendorong neraca perdagangan yang lebih berimbang dengan AS. Meski cina sepakat membuat mata uangnya lebih flexibel mencerminkan mekanisme pasar nilai yuan hanya naik tipis sejak beijing tidak lagi mempatoknya ke dolar. Naiknya yuan akan meningkatkan ongkos produksi, sehingga cina potensi kehilangan keunggulan kompetitif di pasar dunia. Pemerintah kuatir akan naiknya pengangguran dan munculnya tekanan dari eksportir, yang sebagian besar dimiliki negara. Nilai yuan yang ditaksir sekitar 40% lebih rendah dari harga pasar ini di proyeksi akan menguat. Jika naik misalnya 5% maka tidak akan mengubah ekonomi global secara signifikan tapi ini awal perubahan kebijakan cina menjadi lebih berimbang.
Bisa jadi cina telah melakukan kebijakan rebalancing untuk menekan ongkos produksi, banyak manufaktur cina telah memindah pabriknya ke wilayah pedesaan. Ekonomi cina baru saja menjadi sorotan dunia dalam forum G20 akhir pekan lalu. AS dan eropa berharap nilai yuan yang lebih tinggi dapat menyeimbangkan keseimbangan neraca perdagangan cina yang besar di ekspor. Analis menambahkan proyeksi meningkat secara bertahap hingga sekitar 5% selama 12 bulan ke depan.
Jadi kesimpulannya kebijakan pemerintah cina untuk meningkatkan mata uangnya yuan untuk lebih flexibel ternyata tidak mendorong neraca perdagangan lebih berimbang, malah aan membuat peningkatan ongkos produksi dan menyebabkan kehilangan keunggulan di pasar dunia. Namun negara AS dan Eropa berharap kebijakan pemerintah cina itu dapat menyeimbangkan neraca perdagangan cina.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar